Kematian DAENG tidak menyurutkan Polisi

No Comment Yet

Poldasulteng.com – Perburuan jaringan kejahatan Curas dan Curanmor terus akan diburu sampai ke akar-akarnya. Ini merupakan komitment Polda Sulteng. Hal ini selain merupakan tugas Polri, juga menjawab tuntutan masyarakat terkait maraknya Curanmor di palu dan sekitarnya. Polri tanpa dukungan masyarakat kecil kemungkinan akan menghasilkan sesuai dengan target. Untuk itu peran serta masyarakat sangat dibutuhkan.

Kamis, 12 Oktober 2017 salah satu yang diduga merupakan anggota jaringan curanmor di wilayah Parigi telah dimakamkan setelah dilakukan otopsi oleh RS Bhayangkara Palu. DAENG panggilan akrabnya meninggal saat sedang dibawa petugas untuk menunjukan TKP dan barang bukti hasil kejahatanya. Daeng nekat melarikan diri dan lompat dari atas jembatan. Namun naas, rupanya ketinggian dan keseimbangan Daeng menghakhiri petualanganya. Daeng harus mengakhiri petualanganya di RS Anutaloko Parigi.

Sempat menjadi spekulasi di tengah masyarakat ada yang pro dan kontra atas kematian Daeng. Namun hasil otopsilah yang menghapus segala spekulasi masyarakat. Dokter menyatakan Daeng meninggal akibat benturan saat jatuh dari jembatan.

Dengan meninggalnya Daeng tidak akan menyurutkan petugas untuk terus memburu para pelaku kejahatan sadis tersebut. Setiap personil Polri telah bersumpah kepada Tuhan untuk mementingkan kepentingan Negara, Bangsa dan Masyarakat diatas kepentingan pribadi atau golongan. Polri berharap masyarakat untuk tetap waspada, jangan sampai menjadi korban kebiadaban para pelaku begal alias jambret atau yang dikenal pelaku CURAS.

Penulis : Winarto

humas Polda Sulteng
Up Next

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *