Gelar Konfrensi Pers, Kapolres Banggai Beberkan Pengungkapan Kasus Aborsi

No Comment Yet

Poldasulteng.com – Kapolres Banggai AKBP Heru Pramukarno SIK menggelar konfrensi pers kasus Aborsi, di Aula Wira Cakra Manggala Mapolres Banggai, Selasa (5/12/2017). Tersangka itu yakni berinisial FL alias EB (19) dan SJ alias TM (17).

AKBP Heru Pramukarno SIK, menyatakan, kedua tersangka yang masih berstatus pelajar  SMA ini dijerat dengan pasal 194 yang berbunyi setiap orang yang dengan sengaja melalukan aborsi tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 75 ayat (2) dipidana dengan penjara 10 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

“Barang bukti yang sudah diamankan berupa janin bayi, seragaman sekolah dan sarung warna coklat yang digunakan untuk mengemas janin bayi,” ungkap AKBP Heru Pramukarno.

Peristiwa ini berawal dari hubungan asmara FL alias EB (19) dan SJ alias TM (17). Hasil buah cinta pasangan muda ini digugurkan, lalu ditanam di perkebunan kelapa di Desa Tinonda, Kecamatan Lamala.

Sebelum janin bayi ditanam, dua pasangan muda mudi yang masih duduk di bangku SMA di kota Luwuk ini, memang berpacaran, lalu bermesraan, bahkan berhubungan badan layaknya suami istri sekira bulan Agustus, hingga wanitanya hamil pada September 2017 lalu.

Padahal mereka berpacaran hanya sekitar dua pekan saja. Tapi karena sering berhubungan badan, maka membuahkan hasil. Namun, karena malu dan keduanya masih sekolah, mereka memilih menggugurkan kandungannya pada November 2017. FL langsung datang ke kediaman si lelaki SJ (17). FL meminta pertanggung jawaban dari SJ. Namun, SJ menyuruh FL untuk menggugurkan kandungannya.

Tak lama kemudian, SJ memberikan 4 butir obat yang dibeli seharga Rp 500 ribu dari saksi RR, untuk dapat menggugurkan kandungan yang diprediksi masih sebulan lebih itu. FL akhirnya menuruti kemauan SJ. EB pun mengkonsumsi obat tersebut di rumah SJ di Kelurahan Bungin, Kecamatan Luwuk pada awal November 2017 lalu. Reaksi obat itu akhirnya berhasil. Kandungan dari buah hati SJ dan FL pun akhirnya jatuh.

Setelah itu, janin mereka dibungkus dengan menggunakan seragam sekolah, lalu dikemas dengan kantong plastik. Janin mereka pun dibawa salah seorang kerabat SJ di Desa Bunga, Kecamatan Luwuk Utara. Setelah itu dibawa ke perkebunan kelapa Desa Tinonda, Kecamatan Lamala, untuk ditanam.

Namun saat menanam janin tersebut, ada sejumlah warga yang melihat gerak gerik mereka. Warga yang curiga akhirnya melaporkan kejadian itu ke Polres Banggai.*Humas Polres Banggai

POLRES BANGGAI
Up Next

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *